Pages

Sabtu, 26 Mei 2012

Wana Wisata

WADUK MALAHAYU

Wana Wisata Waduk Malahayu terletak di Desa Malahayu Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes. Masuk kedalam Wilayah Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Balapulang BKPH Banjarharjo Barat RPH Malahayu.± 6 km dari Banjarharjo atau 17 km dari Tanjung. Luas kawasan ini sekitar 944 hektare dan dibangun pada tahun 1930 oleh Kolonial Belanda.

Tanaman

   Kegiatan Tanaman hutan yang di laksanakan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan baik keluasannya maupun tingkat keberhasilannya, meskipun dibeberapa lokasi tanaman masih memerlukan perhatian, khususnya Penyulaman dan keamanan guna meningkatkan keberhasilan di bidang Tanaman. Hal ini merupakan Upaya Optimal yang selama ini telah dilaksanakan oleh seluruh jajaran Karyawan BKPH Banjarharjo Barat.

Persemaian


Kelola Lingkungan

     Dalam kehidupan sehari-hari air merupakan sumberdaya penting, baik dalam kehidupan rumah tangga maupun dalam menunjang pembangunan ekonomi seperti di sektor pertanian (dalam arti luas), industri, pariwisata, transportasi, pembangkit listrik dan sebagainya. Tumbuh-tumbuhan (vegetasi) dan hutan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap tata air. Hutan tidak hanya memproduksi kayu dan hasil hutan tetapi memiliki fungsi dalam tata air. Terjadinya kekeringan dimusim kemarau dan terjadi bencana banjir di musim penghujan hampir selalu dikaitkan dengan kondisi fisik hutan dan vegetatifnya terutama di daerah hulu sungai, meskipun tidak sepenuhnya benar. Hal ini masuk akal juga karena hutan dengan karakteristiknya yang multi dimensi dapat berfungsi sebagai pengatur siklus air.

Produksi

   Di BKPH Banjarharjo Barat dari mulai Tahun 2000 sampai dengan sekarang  tidak bisa menghasilkan Produksi Kayu yang bisa di andalkan. Semenjak Penjarahan sekitar Tahun 1998 menyebabkan wilayah BKPH Banjarharjo Barat menjadi Bantaran Tanah kosong yang sangat memprihatinkan. yang tertingagal hanya beberapa anak petak yang di Produksi Tahun 2009 dan 2010.

Selasa, 22 Mei 2012

LMDH

Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) mulai di galakan pada Tahun 2002 di BKPH Banjarharjo Barat dengan mulainya dibentuk Desa model PHBM yaitu Desa Parireja Kec. Banjarharjo Kab. Brebes.dengan nama LMDH WANA MAKMUR. menyusul Tahun 2003 sebanyak 5 (lima) desa dilaksanakan pembentukan Desa model PHBM denganm dikukuhkan Akta Notaris yaitu :
  1. Desa Pananggapan Kec. Banjarharjo kabupaten Brebes. dengan nama LMDH MANDIRI
  2. Desa Malahayu Kec. Banjarharjo Kabupaten Brebes.dengan nama LMDH GEGER HALANG
  3. Desa Cigadung Kec. Banjarharjo Kabupaten Brebes.dengan nama LMDH WANA SEJAHTERA
  4. Desa Cibendung Kec. Banjarharjo Kabupaten Brebes.dengan nama LMDH WANA JAYA
  5. Desa Randegan Kec. Losari Kabupaten Brebes.dengan nama LMDH MEKAR JAYA
Kemudian Sebagaimana arahan dari Direktur Utama Perum Perhutani bahwa semua desa di sekitar wilayah Hutan agar dibentuk desa model PHBM maka menyusul pembentukan Desa model PHBM sebanyak 6 desa berikutnya
  1. Desa Jatisawit Kec. Losari Kabupaten Brebes. dengan nama LMDH JATI SAWIT
  2. Desa Bandungsari Kec. Banjarharjo Kabupaten Brebesdengan nama LMDH PANCURAN MAS
  3. Desa Cipajang Kec. Banjarharjo Kabupaten Brebes dengan nama LMDH RIMBA LESTARI
  4. Desa Cikakak Kec. Banjarharjo Kabupaten Brebes dengan nama LMDH SALUYU
  5. Desa Dukuh Jeruk Kec. Banjarharjo kabupaten Brebes dengan nama LMDH TANI MAKMUR
Pembuatan Akta Notaris sebagai bentuk kongkrit Kerja sama LMDH dengan Perum Perhutani.

Profil

  Perum Perhutani BKPH Banjarharjo Barat adalah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Banjarharjo Barat yang masuk dalam Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Balapulang. dalam Wilayah Unit I Jawa Tengah.
  Kawasan Hutan BKPH Banjarharjo Barat seluas 4.897,05 Ha. seluruhnya masuk kedalam Wilayah Kabupaten Brebes, terbagi dalam dua wilayah administratif Kecamatan Banjarharjo dan Kecamatan Losari.
Jumlah Desa Pangkuan hutan BKPH Banjarharjo Barat sebanyak 47 desa, yang sebagian besar berbahasa Sunda, karena berbatasan langsung dengan Kabupaten Kuningan Jawa Barat.